| Pagi menjelang siang. Saat tak ada satupun suara terucap. Hanya alat tulis yang terderap. Ruangan kecil kami menjadi seolah berirama bersama bekerjanya otak kecil dan adrenalin. Selang berselang diskusi-diskusi kecil muncul bicara tentang konsep, isi dan alur media. Ya, kami bicara tentang media yang sedang kita pegang ini, Majalah LeadershipPark. Berpikir dengan cara lain, mencermati dari berbagai sudut pandang, menguji coba. Semua ini kami lakukan untuk memberikan yang terbaik pada para Leader. | |
|
Read more...
|
|

Optimalisasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat seringkali mendapat pandangan miring. Penyebabnya adalah tidak jarang strategi dan perencanaan yang disusun tidak sampai pada tataran pelaksana di bawah. Bahkan lebih parah lagi munculnya idiom-idiom miring bila berhadapan dengan abdi masyarakat ini. | |
|
Read more...
|
|
|
IR. H. EDDY SYAHPUTRA, MM |
|
IDOLA BARU LUBUK LINGGAU Muda, ramah, cerdas, merakyat, dan sederhana. Itulah gambaran Ir. H. Eddy Syahputra, Wakil Wali Kota Lubuk Linggau periode 2002 – 2007. Luasnya tanggung jawab boleh saja tidak seluas mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy yang juga muda, ramah, dan bersahaja. Namun dengan gayanya sendiri ia mampu menampilkan wajah baru nan dinamis Lubuk Linggau. Ia bahkan berhasil mendorong investasi untuk kemajuan ekonomi. Inilah idola baru Bumi Sebiduk Semare. |
|
Read more...
|
|
|
R.A ADRIANI KUSUMAWARDHANI |
|
May she be granted beauty and yet not Beauty to make a stranger’s eye distraught, Or hers before a looking-glass, for such, Being made beautiful overmuch, Consider beauty a sufficient end, Lose natural kindness and maybe The heart-revealing intimacy That chooses right, and never find a friend.
(A Prayer for My Daughter, William Butler Yeats, 1903) Barangkali, Tuhan sedang tersenyum saat men-ciptanya. Sang Khalik tidak hanya memberikan kecantikan dan tubuh penuh pesona namun kecerdasan dan keteguhan hati yang menjadi sisi eksotis lain lajang cantik tamu exotic leader kita saat ini. Saat hari beranjak malam kami berbincang di teras be-lakang rumahnya ditemani suguhan anggur Perancis berkualitas. RA Adriani Kusumawardhani namanya. Seorang diplomat yang cukup kenyang dengan pergaulan dunia. Tidak bosan ngurusin yang serba serius? “Diplomasi kan bukan cuma dilakukan untuk hal-hal substansial tapi terkadang perlu juga pendekatan personal”, ujarnya diplomatis. |
|
Read more...
|
|
|
Kepemimpinan seringkali dipahami keliru. Begitu banyak orang yang ingin menjadi pemimpin mengabaikan peran mereka sebagai “leader” disebabkan karena gambaran umum mengenai enaknya jadi pemimpin. Mari kita buka kembali kepemimpinan yang dipahami keliru oleh umum dan temukan, apakah benar-benar Anda seorang Pemimpin? |
|
Read more...
|
|
|
RAKYAT MANDIRI RAKYAT SEJAHTERA |
|
Pada tahun 2007 ini jumlah penduduk miskin menurun menjadi sekitar 37,17 juta jiwa atau 16,58% dari total penduduk Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik. Dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, Departemen Sosial, pada tahun 2007 ini melaksanakan program pemberdayaan fakir miskin melalui Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) di 99 Kabupaten/Kota pada 33 provinsi. |
|
Read more...
|
|
|
PERJUANGAN NURANI "SI BURUNG MERAK" |
|
“Kalau rakyat tidak mempunyai hak hukum untuk menghadapi adipati-adipati yang baru, apa itu namanya bangsa merdeka. Negara Anda sudah merdeka, tapi apa bangsa Anda sudah merdeka? Kalau bangsa Anda tidak punya hak hukum, apakah bisa disebut bangsa yang merdeka?” Demikian untaian kalimat yang terlontar dari Rendra ketika diwawancarai sebuah media yang menanyakan tentan makna kemerdekaan dinegeri ini. Rendra atau Willibrodus Surendra Broto. Penyair jalanan yang dipuja-puja karena puisi pamfletnya. Tidak berlebihan, Rendra pun dekat dengan aroma keringat para rakyat bawah. Maka, tidak heran jika pemerintahan Orde baru sering sekali menangkap sang Burung Merak, oleh karena kekritisannya dalam berpuisi yang selalu menceritakan kenyataan yang tertebar dimana-mana. |
|
Read more...
|
|
|
Sebuah film dengan latar belakang perang dunia ke 2, antara Jepang dan Amerika Serikat dan berdiri pada sisi serdadu Jepang. Alur cerita sangat menarik dan setting suasana yang mencekam. Tetapi sejauh mana objektifitasnya bila kekalahan Jepang ditulis oleh warga pihak lawan generasi saat ini? Vaigo (Kazunari Ninomiya), seorang serdadu Jepang, tiba-tiba terhentak tatkala menyaksikan lautan Pasifik dihadapannya telah dipenuhi kapal-kapal perang Amerika Serikat. Panci dalam genggamannya terlepas. Dalam beberapa saat matanya terbelalak dan dia terdiam. Perang telah dimulai! |
|
Read more...
|
|
|
|